Rabu, 09 Januari 2013

I MISS YOU FATHER



assalamuaikum paa, apa kabar gmna dsna? aku mau ceritaa, skrg mas angga udh kerja aku sma mas ajun udh kuliah smster 3. nisa kelas 6. wktu itu pas mas angga wisuda ibu smpet blng gni"trid cba bapa ngeliat mngkin bapa bangga ngeliat anaknya udh sarjana".
aku nyesel loh ga smpet ngbrol sma bapa wktu itu. maaf juga aku blm bisa jd anak yang terbaik. jujur sbnrnya aku msh blm ikhlas. setiap aku ziarah ksna gatau knpa selalu nangis, kangen sma bapa. susah buat tegar
kenapa sih paa? aku selalu nangis tiap mlm ke inget bapa. mngkin aku nyesel ga smpet ngbrol dan minta maaf wktu diRS. setiap aku ksna bapa selalu tidur. aku inget pas bapa udh bersih aku hmpir mau pingsan pas ngeliat bapa udh bersih mau disolatin. jujur aku nyesel blm bisa bahagiain bapa. aku kangen sama bapaa, susah buat ikhlasss ! knpa hrus pergi dluan sblm aku bahagiain bapa?! ibu udh bisa tegar, tapi aku belum bisa smpe skrg. aku kangen kenangan wktu sma Bapa.ar. dtg dong paa kerumah atau ke mimpi aku.
ibu juga smpet cerita, "trid nisa nangis loh pas ngeliat odong2 dket parkiran motor. dia blng gni"buu nisa kangen bapa. wktu itu terakhir brngkt sekolah sma bapa, bapa istirhat dket odong2 itu". aku ibu mas angga mas ajun nisa kangen sma bapa. hampir 3tahun bapa ninggalin rumah buat selama2nya. :'). bapa disna baik2 yaahh setia sma ibu. maaf yaa pakk blm bisa jadi anak yg terbaik buat bapa. aku janji bakalan jagain ibu sma nisa. :')

Minggu, 25 November 2012

MASALAH EKONOMI DI INDONESIA

Masalah Ekonomi Indonesia


Indonesia merupakan negara yang kaya. Namun harus diakui bahwa masih banyak sumber daya milik Indonesia yang belum dimanfaatkan secara maksimal atau bahkan malah justru pihak asing yang berhasil mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu masalah ekonomi Indonesia. Berikut ini adalah beberapa masalah ekonomi Indonesia yang lain:
1. PENGANGGURAN
Ini merupakan masalah klasik yang belum juga terselesaikan secara tuntas. Dari tahun ke tahun jumlah pengangguran di Indoensia semakin bertambah. Upaya pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja belum bisa menyelesaikan masalah ini.
2. EKONOMI BIAYA TINGGI
Ini juga merupakan masalah klasik di dunia industri. Ada banyak hal yang menyebabkan biaya produksi menjadi tinggi. Diantaranya adalah pungutan liar / pungli yang tidak hanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi namun tidak jarang dilakukan secara terbuka
3. REGULASI EKONOMI
Beberapa kali pemerintah mengeluarkan keputusan mengenai regulasi ekonomi yang dianggap tidak tepat bagi kondisi perekonomian Indonesia. Contohnya adalah keputusan pemerintah untuk masuk dalam anggota CAFTA yang sekarang ini mengakibatkan membanjirnya produk China di Indonesia sehingga membuat produk lokal kepayahan di pasar sendiri
4. KELANGKAAN BAHAN POKOK
Operasi pasar yang sering dilakukan pemerintah disaat harga bahan pokok mulai beranjak naik bisa dipastikan tidak membantu menyelesaikan masalah ini. Kelangkaan bahan pokok memang merupakan masalah yang sangat sering terjadi di wilayah luar jawa karena alasan teknis seperti transportasi. Namun menjelang puasa, lebaran, dan natal bisa dipastikan wilayah jawa juga mengalami masalah yang sama
5. TINGGINYA SUKU BUNGA PERBANKAN
Suku bunga merupakan salah satu indikator sehat / tidaknya kondisi perekonomian Indonesia. Suku bunga yang terlalu tinggi ataupun yang terlalu rendah akan sangat mempengaruhi perekonomian.
6. TINGGINYA NILAI INFLASI
Nilai inflasi akan sangat berpengaruh bagi kondisi perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri nilai inflasi tergolong tinggi sehingga banyak masalah ekonomi susulan yang terjadi karena inflasi ini. Selain itu, inflasi di Indonesia sangat 'sensitif' mudah sekali naik. Misalnya  walaupun hanya dipengaruhi oleh tingginya harga cabai rawit beberapa waktu yang lalu
 

ARTIKEL EKONOMI KOPERASI

ARTIKEL EKONOMI KOPERASI



Bukan sepenuhnya salah pemerintah bila saat ini jumlah pengangguran di Indonesia membludak, tanggung jawab pemerintah juga besar dalam menciptakan sejumlah banyak lapangan pekerjaan untuk rakyatnya. Namun tanggung jawab akan kemampuan individu itu sendiri dan jenjang pendidikan yang tinggilah yang paling penting.

Saat ini Indonesia merupakan Negara pencetak sarjana dengan jumlah terbanyak di dunia, namun jumlah sarjana yang menganggur pun juga sangat banyak. Bukankah seharusnya pendidikan setaraf sarjana pantas untuk mendapatkan pekerjaan , lalu mengapa justru banyak sarjana yang malah justru menganggur , tentu ada sesuatu yang salah di sini.

Jumlah lapangan kerja yang kurang banyak atau sangat sedikit merupakan suatu kendala yang paling utama, karena apabila semakin sdikitnya jumlah lapangan kerja yang tersedia mungkin hanya akan mampu meraup sedikit calon pekerja. Sementara lulusan sarjana tiap tahun terus dihasilkan. Sehingga tidak terjadi ketidakseimbangan antara jumlah lulusan sarjana yang dihasilkan lapangan dengan jumlah lapangan lapangan pekerjaan yang tersedia untuk mereka.

Banyaknya jumlah pengangguran juga merupakan suatu bencana social yang harus segera diatasi , karena jumlah pengangguran yang banyak tentu akan membuat masalah baru di masyarakat, yaitu kemiskinan. Kondisi kemiskinan yang disebabkan oleh orang yang menganggur adalah berupa nol penghasilan, maka dari itu tentu jalan solusinya adalah dengan cara memberinya pekerjaan.

Untuk memberantas kemiskinan, maka diperlukan solusi berupa lapangan kerja yang mampu menampung banyak calon pekerja. Bila sesorang telah memiliki pekerjaan dengan gaji cukup, maka bisa dikatakan bahwa orang tersebut dalam kondisi makmur.

Namun tidak semudah itu untuk menciptkan lapangan kerja yang jumlahnya banyak, perlu adanya kerjasama antara pemerintah dengan pihak swasta. Banyak sector yang harus lebih lagi di gali bersama sehingga mungkin akan dapat membuka lapangan kerja baru.

Kreatifitas seseorang untuk berwirausaha juga merupakan solusi dari masalah ini. Karena dengan memiliki usaha sendiri, maka kita secara langsung bekerja untuk perusahaan kita dan mungkin malah akan membuka lapangan kerja baru yaitu untuk bekerja di usaha kita.

Pemerintah juga harus meningkatkan dan mempermudah pemberian ijin dan pinjaman modal usaha bagi pendirian usaha-usaha kecil masyarakatnya, karena dengan berwirausaha, kendala terbatasnya jumlah lapangan kerja dapat di atasi, dan bahkan malah dapat menjadi lowongan kerja bagi orang lain.

Beberapa aspek teknis yang perlu diperhatikan dalam proses
penetapan lokasi koperasi, diantaranya:
a. Jarak akses terahadap sumber bahan baku, jalur pemasaran
dan domisili para anggotanya.
b. Kecukupan tersedianya sistem transportasi dan komunikasi
serta sumber daya dan energi.
c. Tersedianya anggota dan sumber tenaga kerja lainnya
ditinjau dari aspek:
1. Jumlah dan keterampilannya.
2. Tingkat kemudahan.
3. Tingkat keamanan.
82
3. Organisasi dan Manajemen Koperasi
Dalam rangka pengembangan kegiatan usaha tersebut di atas,
orientasi manajemen harus diwujudkan dalam urutan prioritas
sebagai berikut:
1. Peningkatan pelayanan uasaha yang memberikan manfaat
yang sebesar-besarnya kepada anggota berupa produktivitas
dan nilai tambah usaha anggota [service at cost].
2. Memperbesar pendapatan dan memperkecil pengeluaran
untuk menciptakan sisa hasil usaha [SHU] guna menjaga
kelangsungan dan pengembangan pelayanan usaha tersebut
di atas.
Dalam kaitan dengan aspek kelembagaannya, koperasi
sebagai badan usaha harus memiliki strukur organisasi yang dapat
menangani kegiatan anggotanya secara efisien dan efektif. Untuk
itu diperlukan struktur organisasi yang mengikuti beberapa
ketentuan dasar, yaitu:
a. perlu dikenali dengan jelas tanggung jawab, kewenangandan
lingkup kegiatan antara rapat Anggota, Pengurus dan BP.
b. unsur-unsur manajemen koperasi sebagai badan usaha terdiri
atas:
1. Rapat anggota.
2. Pengurus dan badan Pemeriksa.
3. Manajer dan Staf pelaksana yang profesional.
d. masing-masing unsur manajemen tersebut di atas mempunyai
lingkup keputusan [decision area] yang berbeda, walaupun
masih ada lingkup keputusan yang dilakukan secara bersama
[shared decision area].
Lingkup bidang keputusan bagi masing-masing unsur manajemen
koperasi sebagai badan usaha dilaksanakan sebagai berikut:
a. Rapat anggota sebagai badan tertinggi dalam koperasi di
mana setiap anggota mempunyai hak suara yang sama akan
melakukan evaluasi prestasi dari tahun sebelumnya dan
menetapkan arah dan kebijakan dasar manajemen yang
menyeluruh bagi koperasi di masa berikutnya.
b. Pengurus dan badan pemeriksa bertanggung jawab mengambil
keputusan yang menyangkut kebijakan strategis berdasarkan
keputusan Rapat Anggota dan bertanggung jawab
mengendalikan pelaksanaannya.
c. Manajer dan karyawan adalah pelaksana teknis operasional.
Dalam hubungan ini mereka harus dengan jelas memiliki
kebebasan untuk mengambil keputusan dan melaksanakan
operasionalnya dalam batas-batas wewenang yang
dilimpahkan oleh pengurus.
d. Di luar ketentuan di atas dimungkinkan adanya proses-proses
   pengambilan keputusan bersama antara Pengurus, Badan
   Pemeriksa dan Manajer.

Kamis, 18 Oktober 2012

SEJARAH KOPERASI


Sejarah koperasi di Indonesia
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya. Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi..Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai danCentrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.


ARTI LAMBANG KOPERASI ( LAMA )
Arti dari Lambang : 
No
Lambang
Arti
1
Gerigi roda/ gigi roda
Upaya keras yang ditempuh secara terus menerus. Hanya orang yang pekerja keras yang bisa menjadi calon Anggota dengan memenuhi beberapa persyaratannya.
2
Rantai (di sebelah kiri)
Ikatan kekeluargaan, persatuan dan persahabatan yang kokoh. Bahwa anggota sebuah Koperasi adalah Pemilik Koperasi tersebut, maka semua Anggota menjadi bersahabat, bersatu dalam kekeluargaan, dan yang mengikat sesama anggota adalah hukum yang dirancang sebagai Anggaran Dasar (AD) / Anggaran Rumah Tangga (ART) Koperasi. Dengan bersama-sama bersepakat mentaati AD/ART, maka Padi dan Kapas akan mudah diperoleh.
3
Kapas dan Padi (di sebelah kanan)
Kemakmuran anggota koperasi secara khusus dan rakyat secara umum yang diusahakan oleh koperasi. Kapas sebagai bahan dasar sandang (pakaian), dan Padi sebagai bahan dasar pangan (makanan). Mayoritas sudah disebut makmur-sejahtera jika cukup sandang dan pangan.
4
Timbangan
Keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi. Biasanya menjadi simbol hukum. Semua Anggota koperasi harus adil dan seimbang antara "Rantai" dan "Padi-Kapas", antara "Kewajiban" dan "Hak". Dan yang menyeimbangkan itu adalah Bintang dalam Perisai.
5
Bintang dalam perisai
Dalam perisai yang dimaksud adalah Pancasila, merupakan landasan idiil koperasi. Bahwa Anggota Koperasi yang baik adalah yang mengindahkan nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan, yang mendengarkan suara hatinya. Perisai bisa berarti "tubuh", dan Bintang bisa diartikan "Hati".
6
Pohon Beringin
Simbol kehidupan, sebagaimana pohon dalam Gunungan wayang yang dirancang oleh Sunan Kalijaga. Dahan pohon disebut kayu (dari bahasa Arab "Hayyu"/kehidupan). Timbangan dan Bintang dalam Perisai menjadi nilai hidup yang harus dijunjung tinggi.
7
Koperasi Indonesia
Koperasi yang dimaksud adalah koperasi rakyat Indonesia, bukan Koperasi negara lain. Tata-kelola dan tata-kuasa perkoperasian di luar negeri juga baik, namun sebagai Bangsa Indonesia harus punya tata-nilai sendiri.
8
Warna Merah Putih
Warna merah dan putih yang menjadi background logo menggambarkan sifat nasional Indonesia.
PENGGUNAAN LAMBANG KOPERASI BARU
Sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( Permen KUKM ) NOMOR : 02/Per/M.KUKM/IV/2012 tentang Penggunaan Lambang Koperasi Indonesia , maka mulai tanggal 17 April 2012 telah terjadi penggantian lambang koperasi.
Pada Pasal 2 tertulis bahwa :
"Bagi Gerakan Koperasi diseluruh Indonesia agar segera menyesuaikan penggunaan lambang koperasi Indonesia, sebagaimana pada Lampiran Peraturan Menteri ini."
Pada Pasal 3 tertulis :
"Bagi koperasi yang masih memiliki kop surat dan tatalaksana administrasi lainnya dengan menggunakan lambang koperasi Indonesia yang lama, diberi kesempatan selambat-lambatnya pada tanggal 12 Juli 2012 telah menyesuaikan dengan lambang koperasi Indonesia yang baru."
Dan pada pasal 6 tertulis bahwa :
"Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri ini maka Lambang Koperasi yang lama dinyatakan tidak berlaku."

PRINSIP KOPERASI
Prinsip koperasi adalah suatu sistem ide-ide abstrak yang merupakan petunjuk untuk membangun koperasi yang efektif dan tahan lama. Prinsip koperasi terbaru yang dikembangkan International Cooperative Alliance (Federasi koperasi non-pemerintah internasional) adalah

·                     Keanggotaan yang bersifat terbuka dan sukarela
·                     Pengelolaan yang demokratis,
·                     Partisipasi anggota dalam ekonomi,
·                     Kebebasan dan otonomi,
·                     Pengembangan pendidikan, pelatihan, dan informasi.
Di Indonesia sendiri telah dibuat UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Prinsip koperasi menurut UU no. 25 tahun 1992 adalah:

·                     Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
·                     Pengelolaan dilakukan secara demokrasi
·                     Pembagian SHU dilakukan secara adil sesuai dengan jasa usaha masing-masing anggota
·                     Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
·                     Kemandirian
·                     Pendidikan perkoperasian
·                     Kerjasama antar koperasi
Latar Belakang Timbulnya Aliran Koperasi
Keterkaitan Ideologi,Sistem Perekonomian dan Aliran Koperasi
Ideologi
Sistem Perekonomian
Aliran Koperasi
Liberalisme/Kapitalisme
Sitem Ekonomi Bebas Liberal
Yardstick
Komunisme/Sosialisme
Sistem Ekonomi Sosialis
Sosialis
Tidak termasuk liberalisme dan komunisme
Sistem Ekonomi Campuran
Persemakmuran (Commonwealth)


Aliran Koperasi :

1.            Aliran Yardstick : 
·                      Dijumpai pada negara-negara yang berideologi kapitalis atau yang menganut perekonomian Liberal.     Koperasi dapat menjadi kekuatan untuk mengimbangi, menetralisasikan dan mengoreksi.
·                     Pemerintah tidak melakukan campur tangan terhadap jatuh bangunnya koperasi ditengah-tengah masyarakat. Maju tidaknya koperasi terletak di tangan anggota koperasi sendiri.
·                     Pengaruh aliran ini sangat kuat terutama dinegara-negara barat dimana industri berkembang dengan pesat seperti di AS,Perancis, Swedia,Denmark,Jerman,Belanda,dll.
     2. Aliran Sosialis :
·                     Koperasi dipandang sebagai alat yang paling efektif untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, disamping itu menyatukan rakyat lebih mudah melalui organisasi koperasi.
·                     Pengaruh aliran ini banyak dijumpai di negara-negara Eropa Timur dan Rusia.
     3. Aliran Persemakmuran (Common wealth)
·                     Koperasi sebagai alat yang efisien dan efektif dalam meningkatkan kualitas ekonomimasyarakat.
·                     Koperasi sebagai wadah ekonomi rakyat berkedudukan strategis dan memegang peranan utama dalam struktur perekonomian masyarakat.
·                     Hubungan Pemerintah dengan gerakan koperasi bersifat "Kemitraan (partnership)", dimana pemerintah bertanggung jawab dan berupaya agar iklim pertumbuhan koperasi tercipta dengan baik.

Konsep Koperasi
Menurut bapak koperasi Indonesia koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong-menolong tersebut di dorong oleh keinginan member jasa kepada kawan berdasarkan “seorang buat semua dan semua buat orang”.
Konsep koperasi terbagi menjadi 3 yaitu :
1 . konsep koperasi barat
yaitu merupakan organisasi ekonomi, yang dibentuk secara sukarela oleh orang-orang yang mempunyai kesamaan kepentingan, dengan maksud mengurus kepentingan para anggotanya serta menciptakan keuntungan timbale balik bagi anggota koperasi maupun perusahaan koperasi
2 . konsep koperasi sosialis
yaitu koperasi direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah dan dibentuk dengan tujuan merasinalkan produksi, untuk menunjang perencanaan nasional.
3 . konsep koperasi Negara berkembang
yaitu koperasi sudah berkembang dengan cirri tersendiri, yaitu dominasi campur tangan pemerintah dalam pembinaan dan perkembanganya.
Perbedaan dengan konsep sosial
koperasi sosial : tujuan koperasi untuk merasionalkan factor produksi dari kepemilikan pribadi kepemilikan kolektif.
konsep Negara berkembang : tujuan koperasi adalah meningkatkan kondisi sosial ekonomi anggotanya
ORGANISASI DAN MANAJEMEN KOPERASI

Organisasi koperasi adalah suatu cara atau sistem hubungan kerja sama antara orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama antara orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama dan bermaksud mencapai tujuan yangditetapkanbersama-sama dalam suatu wadah koperasi.

 Sebagai organisasi koperasi mempunyai tujuan organisasi yang merupakan kumpulan dari tujuan-tujuan individu dari anggotanya, jadi tujuan koperasi sedapat mungkin harus mengacu dan memperjuangkan pemuasan tujuan individu anggotanya, dalam operasionalnya harus sinkron.





B. PENGORGANISASIAN (ORGANIZING)
Pengertian Organisasi
“Organisasi adalah sekelompok manusia yang bekerjasama, dimana kerjasama tersebut dicanangkan dalam bentuk struktur organisasi atau gambaran skematis tentang hubungan kerja dalam rangka mencapai tujuan tertentu”

DWIGHT WALDO, mendefinisikan bahwa:
“Organisasi adalah struktur hubungan antar manusia berdasarkan wewenang dan kelanggengan dalam sebuah system administrasi”

Azas-azas Organisasi
Azas-azas organisasi adalah merupakan pedoman yang sejauh mungkin hendaknya dilaksanakan agar diperoleh struktur organisasi yang baik dan aktivitas organisasi dapat berjalan lancar
Adapun urutannya adalah :

1.   Perumusan tujuan jelas ;
Rumusan tujuan yang jelas untuk memudahkan penetapan haluan organisasi, pemilihan bentuk, pembentukan struktur, kebutuhan pejabat, kecakapan daya kreasi dari para anggota organisasi.

Gregor, mengatakan :
Tujuan yang jelas adalah yang efektif menambah semangat semua anggota untuk bekerja kearah tujuan yang sama

2.   Pembagian Tugas;
Azas ini dapat diartikan sebagai :
a)   Perincian serta pengelompokan aktivitas yang semacam atau erat hubungannya satu sama lain dalam satuan organisasi.
b)   Perincian serta pengelompokan yang erat hubungannya satu dengan yang lain, untuk dilakukan oleh pejabat tertentu

3.   Koordinasi
Koordinasi adalah suatu azas yang menyatakan bahwa dalam suatu organisasi haru ada keselarasan aktivitas diantara satuan-satuan organisasi.
Adapun manfaat koordinasi adalah :
a)   Menghindarkan konflik
b)   Menghindarkan rebutan fasilitas
c)   Menghindarkan pekerjaan yang tumpang tindih
d)   Menjamin kesatuan sikap
e)   Menjamin kesatuan pelaksanaan, dll

Koordinasi dapat dilakukan dengan cara :
a)   Pertemuan informal
b)   Pertemuan resmi
c)   Mengangkat koordinasi
d)   Menggunakan buku pedoman, dsb

4.   Pelimpahan wewenang
Wewenang adalah hak seseorang pejabat untuk mengambil tindakan yang diperlukan agar tugas dan tanggung jawab dapat dilaksanakan dengan baik. Sedangkan pelimpahan adalah penyerahan.

5.   Rentangan Kontrol (Rentang kendali);
Rentangan control adalah jumlah terbanyak bawahan langsung yang dapat dipimpin dengan baik oleh seorang atasan.
Sedangkan bawahan langsung adalah merupakan sejumlah pejabat yang langsung dibawah seorang atasan.
Yang perlu diperhatikan dalam rentang kendali adalah : Bahwa seseorang atasan tidak mungkin dapat memimpin bawahan sebanyak-banyaknya, karena kemampuan seseorang itu terbatas. Makin banyak bawahan, beban pimpinan makin berat, sehingga harus diperhatikan tidak hanya orang-orangnya saja tetapi hubungannya.

6.   Jenjang organisasi :
Jenjang organisasi adalah tingkat-tingkat satuan organisasi yang didalamnya terdapat pejabat, tugas serta wewenang tertentu menurut kedudukannya dari atas sampai bawah dalam suatu fungsi.
Inti jenjang organisasi menurut
 CAROLL L. SHARTLE, adalah “perbedaan antara peranan atasan dan bawahan”

7.   Kesatuan Perintah :
Kesatuan perintah berarti bahwa tiap-tiap pejabat dalam organisasi hendaknya hanya dapat diperintah dan bertanggungjawab kepada seorang atasan tertentu.

8.  Fleksibilitas :
Struktur organisasi harus sudah dirubah untuk disesuaikan dengan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa mengurangi kelancaran aktivitas yang sedang berjalan. Tetapi kalau dirubah justru menghambat kelancaran aktivitas, maka ini bukan fleksibilitas
Misalnya :
-      Perubahan tujuan
-      Penambahan tujuan
-      Perluasan aktivitas
-      Penambahan beban kerja dll